Mantan Wakil Gubernur Bali Cok Ace Soroti Peran Pasraman Budaya dalam Membentuk Karakter Siswa

Nuansa berbeda terasa di SMK Pariwisata Dalung, Kabupaten Badung, Bali. Setiap hari purnama tiba, aktivitas belajar mengajar di ruang kelas dihentikan sementara dan digantikan dengan kegiatan berbasis budaya.

Para siswa mengikuti rangkaian pasraman yang memuat nilai adat, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Program yang dikenal sebagai Pasraman Budaya Bali ini menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus penguatan identitas budaya bagi peserta didik.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Tokoh yang akrab disapa Cok Ace itu menilai pasraman budaya merupakan langkah positif dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakar kuat pada budaya Bali.

“Saya pikir pasraman budaya seperti ini sangat positif,” ujar Cok Ace, Sabtu 21 Februari 2025 di auditorium kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Menurutnya, sebagai krama Bali yang lahir dan besar di Pulau Dewata, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga dan membangun kebudayaan Bali, bukan sekadar menikmati anugerah alam dan budayanya. Ia pun berharap semangat menjaga Bali dapat dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023 itu juga mengakui bahwa saat ini semakin sedikit sekolah pariwisata yang secara konsisten menjalankan kegiatan berbasis budaya seperti pasraman. Tanpa perhatian sejak dini, pergeseran nilai dan budaya sangat mungkin terjadi di tengah perkembangan zaman.